Friday, 21 August 2015


"Hai, Satya! Hai, Cakra!" Sang Bapak melambaikan tangan.
Ini Bapak.
Iya, benar kok, ini Bapak.
Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.

***
Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian. Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian. Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian. Ingin tetap dapat mengajarkan kalian. Bapak sudah siapkan.

Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.
I don’t let death take these, away from us.
I don’t give death, a chance.

Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian.

***
Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.

Seperti yang sinopsi bilang, bahwa ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.

Pak Gunawan dan Bu Itje memiliki dua buah jagoan, Satya dan Cakra. Sayangnya sang bapak terkena penyakit kanker dan umurnya tinggal satu tahun lagi bersama keluarga kecilnya. Di sisa hidupnya, Bapak tercetus ide untuk membuat video kepada anak-anaknya. Mungkin bapak tidak bisa membimbing dan membesarkan anak-anaknya secara langsung, tapi beliau bisa membuat kedua jagoannya menjadi orang yang berguna untuk orang yang disayangi, diri sendiri, dan orang lain.

Sejak sang bapak meninggalkan mereka bertiga, awalnya Ibu Itje yang membimbing mereka untuk menonton video dari bapak. Lama-kelamaan Satya dan Cakra selalu bersemangat dan melupakan hari sabtu untuk bermain dengan menonton video dari bapak. Hingga akhirnya kedua jagoan mereka berubah menjadi pria dewasa yang sudah siap berpetualang. Satya dan Cakra menyalin video-video bapak kedalam hardisk masing-masing, dan membawanya bersama mereka.

Cakra yang diusianya yang sudah menginjak kepala tiga, masih belum bisa mendapatkan jodohnya. Satya yang sudah menjadi seorang suami dan bapak untuk ketiga anaknya pun, harus bisa melakukan tugasnya dengan baik sebagaimana Bapaknya ajarkan. Dan Ibu Itje yang harus berjuang membesarkan kedua anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa pamrih.

jadi ini adalah sebuah film yang diangkat dari novel karya Adhitya Mulya.... penasaran??? saya akan terus post behind the scene dari film ini... ikuti terus World Of Sifa....



5 komentar:

  1. dulu pernah diajak istri nonton tapi takut nangis wkwkwkw, btw kata istri saya filmnya bagus banget

    ReplyDelete
  2. hihihi waktu itu pernah nonton ehhh baper jadinya nangis deh wkwkwk

    ReplyDelete
  3. Bikin sedih filmnya;) tapi baguslah filmnya

    ReplyDelete
  4. Bisa dijelaskan bagian plus dan minusnya supaya makin penasaran.

    ReplyDelete