Lampu Padam, Radio Nyala..



Beberapa hari belakangan ini sering terjadi pemadaman listrik di daerah saya. Bisa sampai 2 x terjadi pemadaman dalam 1 hari. Pernah juga hanya 1 kali tapi lama. Huft !

Pemadaman listriknya hanya mati sebentar, tidak sampai 5 menit sudah hidup lagi. Paling tidak enak, kalau asyik didepan laptop, tiba – tiba mati lampu. Jadi buru – buru matikan laptop sebelum mati sendiri tak berdaya.   Terus, pas sudah mati, lampu kembali hidup. -_- disisi lain bersyukur cepat hidup, mamun disi lain. Kadang sempat berpikir orang PLN hanya iseng.

Semalam, listrik kembali berulah. Saat asyik nonton “Senandung”, tiba – tiba lampu padam. Patut diingat, saya nonton “Senandung” karena saya tidak mampu merebut remote dari Mak dan Bapak. Padahal saya sudah pinjam jurus seribu bayangannya Naruto, namun tak berdaya di hadapan Mak dan Bapak. Takut dosa. Jadilah saya ikut nonton. Hoho. Tapi lebih baik begini. Mak saya masih cinta sinetron dalam negeri. Kalau saya lebih suka nonton film india daripada dramanya. Film indianya juga kupilih – pilih. Hoho.

Kurang suka saja nonton drama sinetron yang menurut saya dramatisnya panjang padahal endingnya mudah ditebak. Saya Cuma lihat dari sudut penonton saja.

Kembali ketopik awal. Setelah listrik padamdan kegelapan datang. Saya merebahkan tubuh beberapa menit. Saya tidak langsung ambil lilin karena biasanya lampu langsung hidup lagi. Karena saya sering kedapatan ambillilin pas baru mati lampu. Eh tiba – tiba lampunya menyala.* Huft* sambil sandar di tembok. Lampu mati hidup itu bisa membuat alat elektronik cepat rusak. Huft!

Namun setelah menunggu hampir 2 menit, saya beranjak dari tempat tidur karena kali ini tebakan saya meleset. Listrik tidak menunjukkan tanda – tanda nyalanya. Saya akhirnya menyalakan lilin.

Saat itu, hanya lilinlah yang mampu menerangi keluarga saya. Namun, saya bingung mau kerja apa. Jadilah saya main lilin. Haha.

Saya ngepet dulu. Hihi.

Bercanda, saya hanya main bayangan dari sinar lilin kayak ular, kelinci, dan buaya. Karena saya bosan hanya itu yang kutahu, saya jahil saja tiup lilin dan kabur. Hidup memang kejam. Huhu.

Saya cek FB, tidak ada notifikasi satupun. Saya liat ternyata sinyal tidak ada. Huft.

Listrik tidak kunjung hidup. Demi memperbaiki mood yang rusak. Saya ambil headset. Kali ini bukan mendengarkan mp3. Saya membuka radio, yang sudah lama tidak kudengar.

Dalam keadaan gelap, saya berbaring dengan ditemani bantal. Saya mencari sinyal radio yang pas.

Karena entah punggung ini rasanya kaku, akhirnya saya posisikan kaki keatas. Jadilah gaya lilin yang saya pelajari waktu SD berguna juga. Hehe.

Namun beberapa menit tiba – tiba punggung saya berbunyi “KRETEKK” saya langsung turunkan. Saya takut tulang – tulang saya hancur.

Dan sampai sekarang saya masih suka dengar radio. Terutama kalau tidak ada acara TV yang seru. Biasanya saya dengar lagu di Barata Radio dan I-Radio. Sekarang bahkan radio menyediakan live streaming. Bahkan lagi sudah ada app androidnya. Jadi, bisa bertahan.

Bicara soal radio, saya jadi ingat pas sekolah SMA dulu, saya sama Tasya jadi penyiar radio abal – abal, rindu momen itu. Kita yang menyiar, kita juga yang menyanyi.  Haha.

Ternyata radio tetap eksis di tengah perkembangan teknologi yang semakin maju. Radio punya cara sendiri menarik hati masyarakat. LUAR BIASA!!!  Kayaknya radio ini akan selalu ada, tidak akan mati. Kalau kata Slank : “Radio gak ada matinya”

Salut untuk orang yang kerja di radio.

Soundtrack postingan kali ini:


“Sheila On 7 – Radio”

2 comments:

  1. Artikel yang bermanfaat... Sukses terus yaa...

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.