Tuesday, 9 August 2016


Selamat! Anda beruntung membaca artikel ini.. wih..

Saya pernah baca sifat seseorang itu pada umumnya ada yang Si Introvert, Si Ekstovert, dan Si Ambivert. Saya sendiri mungkin tergolong Si Intovert. Jadi, Si Intovert itu seseorang yang lebih cenderung focus dengan dunianya sendiri. Artinya, Si Intovert itu kurang suka dengan suasana ramai dan lebih senang sendiri. Focus dengan kegiatan sendiri dan lebih cenderung menutup diri. Ya saya memang begitu. Macam saat menulis postingan ini. Saya berada di teras rumah, malam hari, minum teh, dan dengar radio.


Lawannya dari Si Intovert itu Si Ekstovert. Si Ekstovert itu seseorang yang cenderung terbuka dengan dunia luar.

Sedangkan, Si Ambivert itu adalah seseorang yang memiliki sifat Si Ekstovert dan Si Intovert.

Sudah jelas perbedaannya? Tapi, mungkin saya lebih membahas Si Intovert.

Si Intovert ini punya kekurangan seperti

1.     kurang percaya diri. Ya saya -_-

2.     kurang pandai berbaur, iya memang Saya sendiri membutuhkan waktu untuk mengenal orang.

3.     teman yang sedikit, haa tidak juga. bagaimana kalau para Intovert buat grup kan temannya jadi banyak. Nanti, pas kumpul mengadakan acara lomba diam terlama.

4.     kurang bergaul karena cenderung mengurung diri lalu menulis blog -_- ..

5.      Ini dari komen – komen orang katanya Si Intovert itu orangnya sombong. Pernah waktu SMP, MOS, senior bilang saya katanya sombong.  Bukan sombong sebenarnya tapi malu terus mukanya agak galak juga -_- tapi, seiring waktu malah jadi akrab -_-.

6.     Kurang pandai bicara. Iya, saya memang kurang pandai dalam hal satu ini. Itulah yang menyebabkan saya malas belajar yang kerjanya diskusi – diskusi terus. Itulah juga kenapa saya punya blog ha.. dituangkan semua disini.

7.      Ada juga yang bilang masukan dari Si Intovert terkadang diabaikan, tidak juga sebenarnya. Menurut saya malah pendapat Si Intovert lebih dipercayai daripada yang Si Ekstovert. Tapi, kadang – kadang Si Intovert malu untuk berbicara di depan banyak orang.

8.     Keberadaannya kurang diakui. Kalau ini Si intovertnya yang masalah. Bukan berarti tidak pernah diajak bicara malah merasa dirinya tidak diakui.

Bagi yang merasa introvert, jangan sedih..Haaa.. sekarang kelebihannya.

1.     Pandai menyimpan rahasia, iya. Banyak rahasia orang yang menyimpannya ke saya, tapi sudah kulupa semua. 

2.     Lebih berwibawa, “Diam adalah emas” maksudnya Dia tak mau mencampuri urusan orang terus bicara dengan omong kosong.

3.     Sedikit terhindar dari gossip. Hahahah saya mungkin tidak percaya sama satu ini.

4.     Mudah focus pada satu masalah, sikapnya yang berhati – hati dalam mengambil keputusan.
\
5.     Meskipun kesannya pendiam tapi, kalau sudah kenal baik bisa – bisa jiwa ekstovertnya yang terpendam  keluar. 

6.     Introvert itu memang jarang mengeluarkan kata. Tapi, dia ahli dalam mengamati apa yang ada disekitarnya.

7.     Si Intovert cocok untuk jadi teman curhat.

8.     Intovert itu hanya berteman dengan orang – orang yang benar – benar ingin jadi temannya. Karena itu dia lebih menghargai teman.

9.     Si Intovert punya imajinasi yang luas. Saya pernah baca kalau rata – rata Si Intovert itu jago gambar, buat desain, jago menulis cerpen atau hal – hal yang terkait dengan seni.

10.                        Lebih mandiri karena dia suka sendiri.

11.                        Penyabar. Karena, Intovert terbiasa menunggu

12.                        Cinta damai. 

13.                        Punya sifat tekun dan tanggung jawab. Walaupun ada sifat malasnya tapi mereka tetap berusaha menyelesaikan tugasnya.

14.                        Introvert juga rata – rata jadi hacker dan cracker :V

Lebih banyak kelebihannya di’…

Tapi, ada cara untuk perbaiki kekurangan diatas menjadi lebih baik yaitu belajar meningkatkan kepercayaan diri tanpa harus berubah drastis.

Setiap orang punya kemampuan masing – masing. Betul?

Banyak orang frustasi akan kekurangan dirinya baik fisik, ekonomi, skill, atau jiwa. Agang kenal Louis Braille,Mark Zuckerberg, atau Ludwig Van Beethoven? 

Louis Braille mengalami kerusakan pada kedua matanya yang menyebabkan dia mengami kebutaan. Dia tidak putus asa, ia menciptakan abjad Braille yang membantu tunanetra untuk bisa juga membaca.


 Mark Zuckerberg dia memulai dari sebuah situs penghubung mahasiswa Harvard, ternyata banyak yang suka. Dia pun DO dari Harvard untuk mengembangkan situs itu menjadi facebook. Dia pernah menolak tawaran Friendster yang ingin membeli Facebook seharga 10 juta US $, dan ulacon seharga 750 juta dollar dan dari yahoo sebesar 1 milliar dollar. 


Ludwig van bethoven saat berumur 20an, tanda – tanda ketuliannya mulai tampak. Tapi, walaupun mengalami ketulian akhirnya ia menjadi composer yang terkenal. Karya Beethoven yang saya paling suka itu symphony no. 5 Allegro Con Brio.


Banyak diantara mereka Agang berpikir mereka adalah orang yang hebat. Apakah Agang pikir Agang bukan orang yang hebas? Agang dan mereka itu sama. Sama – sama makan kalau lapar. Sama – sama Minum kalau haus. Sama – sama Tidur kalau mengantuk. Dan sama – sama mau jadi orang yang berhasil. Mereka bisa mengubah kekurangan mereka menjadi kelebihan. KENAPA KITA TIDAK?

Kalau kita tahu kekurangan kita. Kita baliklah kekurangan itu jadi kelebihan. Misalkan, kekurangan ekonomi menjadi kelebihan / cukup. Jadi, harus tahu cara mencari dan mengelola uang dengan sebaik – baiknya. Terus, kita cari apa kelebihan kita misalkan menulis, menggambar, berkebun dsb.  Asahlah terus skill kita. Insya Allah ekonomi kita akan membaik. Terus, kalau ada yang bilang kita bodoh. Jadikan itu motivasi dan terus mencari ilmu. Karena semua orang juga pernah tak tahu apa – apa. Yang terakhir, berdoalah kepada tuhan. Tuhan selalu punya jalan terbaik untuk kita.

Nyamanlah jadi diri sendiri.

Ya, itu menurut pandangan pribadi saya. Hahahaha.

Tapi, saya mau bertanya kalau misalkan orang Intovert itu berteman dengan orang Ekstovert apa sifatnya bisa berubah menjadi ekstovert? Atau sebaliknya?


Ayo, komentar. Kasihan kalau kosong.

2 komentar:

  1. Kwren juga ya baca artikel.ginian

    ReplyDelete
  2. Nice artikel. Keliatan jiwa menulisnya. Keep it up

    ReplyDelete