Tak Pilih Korek Api



Kalau seandainya saya dibuang ke pulau terpencil dan hanya boleh bawa 3 barang saya mungkin akan hanya bawa:

1. paket bercocok tanam (bibit, cangkul dsb)
2. paket peralatan pancing (alat pancing, umpan, termasuk pisau)
3. tenda dari besi yang tidak bisa roboh

Hihi

Tapi, saya tak pilih korek api sedangkan buat api di alam susah. Jadi, saya harus menggesek batu.

Saya mulai bercocok tanam. Kutanam wortel dan sawi. Haa kalau kutunggu sayur itu tumbuh bisa – bisa saya yang mati. Pergi cari ikan dulu dilaut. Dengan alat pancing kuberi umpan cacing. Kulempar jerohanku. Wih ada yang menarik alat pancingku kutarik dengan sekuat tenaga. Huuu ternyata hanya dapat ikan mairo -_-.. daripada mati kelaparan makan saja yang ada. Saya pun mencari kayu bakar tiba – tiba ketemu dengan botol jin ajaib yang mengabulkan 3 permintaan,

Permintaan saya:
1. ada kompor + gas
2. televisi
3. semua orang yang melihat atau membaca ini ikut bergabung

Tiba – tiba yang kukabulkan terwujud dan botol jin ajaib pun hilang. Akhirnya, saya goreng ikan mairo tadi. Sayangnya, tidak ada minyak goreng. Haa disangrailah ikan maironya. Ternyata banyak dari orang yang lihat / baca ini lapar juga. Padahal ikan maironya tidak cukup 1 batok kelapa. Kasihan. Mereka sudah kuundang temani saya. Akhirnya, saya kasi saja sepiring mairo itu. Karena, perut keroncongan + malas + capek keliling. Untuk menghibur diri saya mau nonton. Ku tekan tombol on daann ternyata listrik tidak ada.. huaahh kuambil pisau dan “kreeek” kuhancurkan TV dan kumakan kabelnya kayak makan mi. tapi, masih ada juga yang minta..

THE END

Cat : cerita ini diambil di buku matematikanya Sifa halaman terakhir tepatnya waktu kelas 5 SD. 
    

6 comments:

Powered by Blogger.