Tidak ada kerjaan saat hujan..



Ada kalanya kita harus melanggar aturan.

Kita membuat peraturan sendiri, mematuhi sendiri. Bosan. Lalu dilanggarlah peraturan yang sudah dibuat.

Tidak ada kerjaan saat hujan. Saya sedang baring di kamar kakak saya. Karena tak tau mau bikin apa saya putuskan untuk nonton film di laptop. Saya punya beberapa koleksi film action, horror, animation, drama, dan sci – fi yang pernah booming di box office.

Saya scroll up, scroll down, scroll up lalu scroll down lagi. Dan, saya sadar belum semua dari list film sudah kunonton. Ini bukan review. Saya tertarik dengan film Step Up : Revolution. Film ini bercerita tentang dancer dan keseharian mereka. Tapi, mereka menunjukkan kelebihan mereka di seni tari dengan cara yang beda.

Selama satu setengah jam durasi film ini, ada satu part dimana saya mau menulis.

Pembicaraan Emily dan Sean
Emily : I Can’t Just do Whatever I Want. There Are Rules.
Sean : Break The Rules. Sometimes it’s good to break the rules.

---

Ada orang yang bilang kalau “peraturan ada untuk dilanggar”
Saya tahu ungkapan itu sudah lama tapi masih sering ditemukan.

Paling sering kita lihat itu saat berkendara. Setiap sampai di lampu merah (kasihan kuning dan hijau jarang disebut) selalu ada saja yang melanggar.

Saya juga sendiri pernah melanggar aturan.
Saya jadi curiga, film ini terinspirasi dari orang yang sering langgar aturan.

Kita ini adalah makhluk yang hidup diatur oleh waktu. Jam 07.30 rumah ditinggali pemiliknya untuk mematuhi peraturan kita sendiri. Terus, lama – kelamaan kita tidak tahan dengan sebuah kehidupan yang dirasa monoton, itu itu saja. Bosan, tidak tahan, muak. Sampai akhirnya memutuskan untuk merusak aturan itu.

Kembali ke film tadi. Sean dan kawan - kawannya ini ceritanya dari orang – orang yang datang dari berbagai latar. Pegawai restoran, pengangguran dsb. Tapi, mereka punya satu kesamaan yaitu tari. Dan, akhirnya mereka menyatukan visi dan menunjukkannya ke public dengan cara yang berbeda.   

Kalau biasanya kita lihat dance itu di TV atau tempat khusus. Mereka melakukannya di tempat yang tidak  biasa tapi dinikmati oleh banyak orang. Di jalanan, tempat pameran, dan tempat lainnya.

~~~

Waktu SD, ada siswa yang ditunjuk sama wali kelas untuk mencatat nama siswa yang melanggar peraturan. Terus yang melanggar di beri hukuman. Hahaha kasihan siswanya yang menulis ketahuan. Dimusuhi satu kelas.

Ada juga peraturan yang melarang membawa  HP di sekolah. Nah, ini biasanya jadi bahan pembicaraan saya dan teman – teman. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju katanya supaya belajar lebih efektif. Tapi, sekarang sudah zaman glebalisasi (?). Jadi, pelajar yang tak tahu sesuatu tinggal browsing. Kalau browsing pasti siswa akan mencoba memahami sendiri. Kalau masih tidak tahu barulah guru turun tangan. Terus yang setuju katanya untuk berkomunikasi. Misalnya ada yang penting dan darurat. Apalagi kalau ada apa – apa sama kita jadi lebih mudah memberi kabar ke orang tua. Saat, kita mandadak harus kerja kelompok, kita bisa memberikan kabar ke orang tua.

@@@

Ya. sekiranya  dari saya, tidak ada niat untuk menyinggung pihak siapa – siapa. Saya Cuma tulis apa yang saya pikir dan rasakan. Mohon maaf kalau ada salah.

Terima kasih.

2 comments:

  1. wah knp gk nulis di wattpad aja min hehe

    ReplyDelete
  2. peraturan boleh dilnggar kecuali peraturan tuhan.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.