Friday, 4 November 2016


Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hem, hello – hello Agang!



Hari ini tanggal 14 September 2016 punya kejadian yang cukup -_____________-, Agang. Bagaimana tidak? Tas saya sempat hilang. Isinya ada uang Rp. 30.000, buku yang belum lunas -_-, tugas. Diambil orang. Tapi, Alhamdulillah ketemu lagi. Ini mungkin jadi pelajaran untuk kita semua. Jadi, saya harus (tidak harus juga sebenarnya hehe..) cerita kronologi “Tas Ku yang Hilang” (Read : Curhat).

Alkisah, saya pergi ke mesjid kampus untuk sholat dhuhur bareng teman – teman BC 5.1. teledornya saya, tas itu ku simpan di dinding bagian belakang mesjid. Sebenarnya, ada teman tapi sedang sibuk. Eh, pas sudah lipat mukena terus mau ambil tas. Tasnya sudah tidak ada. Saya Tanya teman dan senior tapi tak ada yang tahu. Huft..

Saya cari di sekitar Mesjid, tidak ada ! saya juga tidak bisa pulang karena kuncinya ada ditas. Yang kulakukan hanya duduk duduk dekat mesjid dan berdoa supaya tas saya balik. Dengan berani saya telfon orang tua. Sudah kuduga pasti ditanya ini, itu, dikasih nasehat juga. Teman – teman sudah banyak yang pulang karena dosennya tidak masuk. Untung ada Hastuti sama Titin yang temani dan semangatin saya.. jadi, karena tidak enak sama mereka berdua saya pulang terus minta kunci duplikat ke Pak Kos. Iya, saya orangnya tidak enakan istilahnya tidak ingin merepotkan orang lain. Huft.

Baru kali ini saya pulang dari sekolah hanya memegang mukena. Pertama kali malah dalam sejarah ku :P. berangkat bawa tas tapi pulang tidak bawa tas.

Nah, sampai di kamar. Saat saya buka pintu, saya sadar bahwa flashdisk, HP senter hadiah dari bank Bukopin, tugas ada semua ditas. Huft.

 Tak lama datanglah Guntur (sepupu) yang membawa kabar gembira bahwa tas saya sudah ditemukan di mesjid UNM Parangtambung. Jauhnya…. Hilangnya di Tidung ketemunya di Parangtambung.   

Saya tidak ingin mengutuk orang yang ambil tasku. Saya hanya doakan dia semoga diberi rezeki yang melimpah sehingga tidak mengulanginya lagi. Kalau tas saya tidak diambil mungkin saya masih tidak berhati – hati kalau menaruh barang.

Mungkin itu saja yang saya share hari ini. Maaf kalau ada salah salah kata, baru menulis lagi hahaha. Sampai jumpa dilain waktu !     

2 komentar:

  1. wah ditunggu karya berikutnya min

    ReplyDelete
  2. Menarik cerita nya, bisa di ambil inti sari dari cerpen ini yaitu selalu memaafkan kesalahan seseorang

    ReplyDelete