Makalah PGSD : Hakikat dan Konsep – Konsep Dasar IPS

MAKALAH
Hakikat dan Konsep – Konsep Dasar IPS








Disusun Oleh:
ST. Fatimah Az Zahrah
1647440015
BC 5.1




PGSD BILINGUAL
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2017

A.  Hakekat Ilmu Pengetahuan Sosial
Dalam bidang pengetahuan sosial, ada banyak istilah. Istilah tersebut meliputi : Ilmu Sosial, Studi Sosial dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

1.    Ilmu Sosial (Social Science)
Ilmu Sosial merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat, yang biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi, makin lanjut makin ilmiah.

2.    Studi Sosial (Social Studies)
Berbeda dengan Ilmu Sosial, Studi Sosial bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah sosial. Dalam kerangka kerja pengkajian Studi Sosial menggunakan bidang-bidang keilmuan yang termasuk bidang-bidang Ilmu Sosial. Studi sosial merupakan bahan-bahan pelajaran bagi siswa sejak pendidikan dasar, dan dapat berfungsi selanjutnya sebagai pengantar bagi lanjutan Ilmu Sosial. 
Tugas studi sosial untuk membina warga masyarakat yang mampu menyelaraskan kehidupannya serta membantu melahirkan kemampuan memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapinya.

3.    Ilmu pengetahuan sosial      
Sebagai suatu program pendidikan maka IPS dapat diartikan sebagai program pendidikan yang sifatnya terpadu yang diambil dari berbagai ilmu sosial seperti geografi, sejarah,  ekonomi, antropologi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.
Harus diakui bahwa ide IPS berasal dari literatur pendidikan Amerika Serikat. Nama asli IPS di Amerika Serikat adalah “Social Studies”. Pertama kali Social Studies dimasukkan dalam kurikulum sekolah adalah di Rugby (Inggris) pada tahun 1827, atau sekitar abad 18, Karena situasi sosial di Inggris dan Amerika Serikat maka dimasukkan Social Studies ke dalam kurikulum sekolah yang juga dilatarbelakangi oleh keinginan para pakar pendidikan. Hal ini disebabkan mereka ingin agar setelah meninggalkan sekolah dasar dan menengah, para siswa: (1) menjadi warga negara yang baik, maksudnya mengetahui dan menjalankan hak-hak dan kewajibannya; (2) dapat hidup bermasyarakat secara seimbang, dalam arti memperhatikan kepentingan pribadi dan masyarakat.
Pertimbangan lain dimasukkannya social studies ke dalam kurikulum sekolah adalah materi pelajaran IPS lebih menarik dan lebih mudah dicerna oleh siswa sekolah dasar dan menengah. Bahan atau materi yang diambil dari kehidupan nyata seperti pengalaman pribadi, teman - teman sebaya, serta lingkungan alam, dan masyarakat sekitarnya. Hal ini akan lebih mudah dipahami karena mempunyai makna lebih besar bagi para siswa dari pada bahan pengajaran yang abstrak dan rumit dari Ilmu-ilmu Sosial.
IPS pertama kali muncul pada tahun 1968 dalam Seminar Nasional tentang Civic Education di Tawangmangu,Solo. Namun pada tahun 1945-1964 sebelum istilah IPS dikenal, pendidikan di Indonesia sudah ada pembelajaran yang memiliki karakteristik dan di kaji oleh IPS, seperti mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi dan antropologi dimana masih terpisah pisah/ belum terintegrasi menjadi satu yakni IPS. Pada tahun 1970-an Indonesia baru memperkenalkan IPS di tingkat sekolah sejalan dengan perkembangan pemikiran tentang Social Studies di negara-negara maju dan tingkat permasalahan sosial yang semakin kompleks. Pada tahun 1972-1973 mulai diperkenalkan mata pelajaran IPS dalam dunia persekolahan yakni kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) IKIP Bandung. Dengan berkembangnya IPS dalam dunia pendidikan maka pada tahun 1975 dan 1984 IPS di masukan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Pada kurikulum 1975 di nyatakan bahwa IPS adalah paduan sejumlah mata pelajaran Ilmu Sosial.
Pendidikan IPS berbeda dengan Ilmu sosial dimana IPS itu menggunakan pendekatan Interdisipliner ialah pendekatan dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang ilmu lainnya yang relevan secara terpadu. Misalnya,IPA, agama, PKn, dan sebagainya sehingga siswa dan siswi melihat masalah itu lengkap dari berbagai sudut. Perlu diingat, bahwa konsep/topik itu tetap mempunyai pusat sehingga sorotan dari ilmu lain bersifat sebagai suplemen atau pelengkap. Misalnya konsep/topik bunga modal sebagai konsep dari bidang ekonomi. Konsep ini tidak hanya diuraikan murni dari segi ekonomi, tetapi juga dari segi ilmu yang lain. Namun, ekonomi tetap sebagai pusat telaah (key subject), kemudian dapat diinterdisiplinerkan dengan agama (hukum rentenir), hukum (peraturan bunga), dan sebagainya.

Selain interdisipliner pendekatan IPS yaitu Multidisipliner ( penggabungan dari bidang – bidang tertentu ). Misalnya, transmigrasi sebagai konsep geografi, materinya diisi oleh geografi sebagai materi kunci (key subject), ekonomi, sejarah, dan sosiologi. Dalam transmigrasi tersebut yang perlu diuraikan misalnya bagaimana keadaan lokasinya, keadaan tanah, keadaan perairan (konsep geografi), kemudian dipadukan dengan keadaan ekonomi di daerah baru dan di daerah lama (konsep ekonomi). Bagaimana terjadinya transmigrasi (konsep sejarah) dan bagaimana keadaan masyarakat baik di daerah baru maupun di daerah lama (konsep sosiologi). Semua itu terpadu menjadi suatu bahan pelajaran yang bulat/utuh. Contoh lainnya yaitu misalkan masalah kemiskinan. Dari sudut ilmu ekonomi, banyaknya “kemiskinan” yang sulit untuk dipecahkan, karena semakin banyak penduduk dan semakin banyak tingkat kelahiran di setiap tahunnya, sehingga terjadi kepadatan penduduk di Indonesia, masalahnya semakin banyak warga Negara Indonesia semakin berkurang sumber daya alamnya sehingga menjadi tidak seimbang,antara kebutuhan dan manusiannya.
Dari sudut ilmu psikologi, Ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku-perilaku manusia. Contohnya seperti di karawang secara psikologis apabila sudah panen beras, maka dalam penggunaan uangnya secara boros, menghambur-hamburkan uang, tidak sesuai dengan keperluan, itupun menjadi salah satu faktor ekonomi yang dapat menimbulkan kemiskinan, cara memecahkan masalahnya yaitu dengan rasional, hemat, jangan boros, mengguanakan uang seperlunya. Dari sudut Ilmu politik, Ilmu politik adalah cara untuk mencari dan mempertahankan kekuasaannya, dalam permasalahan ekonominya, pemerintah tidak  jarang membangun kantor baru, membangun bangunan yang tidak begitu di perlukan dalam artian maka pemerintah telah berlaku tidak rasional, menghambur-hamburkan uang rakyat, sehingga itulah salah satu faktor dari ilmu politik yang dapat menimbulkan masalah kemiskinan, solusinya yaitu dengan merubah perilaku pemerintah yang tadinya berlaku konsumtif menjadi rasional/hemat. Dari sudut Ilmu sosiologi, Ilmu sosiologi adalah mempelajari perilaku manusia dalam kelompok-kelompok yang dapat dilihat dari bagaimana cara berinteraksi. Masalah ekonominya seperti dalam pendidikan, tidak sedikit orang yang memprioritaskan pendidikan, khususnya bagi masyarakat awam, yang lebih mementingkan bekerja di bandingkan belajar sampai tingkat tinggi, karena salah satu faktornya yaitu tidak mampu dalam hal financial, cara pemecahannya yaitu seharusnya lebih mengutamakan pendidikan untuk masa depan. Tetapi apabila ingin menyeimbangkan antara bekerja dengan belajar, boleh untuk bekerja dahulu untuk membiayai pendidikannya, lalu memprioritaskan pendidikannya.
Pendekatan ilmu sosial bersifat disipliner (bidang ilmunya masing – masing tanpa memadukan dengan konsep/ilmu lain. Sedangkan pendekatan studi sosial bersifat multidimensional yaitu melihat satu masalah sosial dari berbagai aspek kehidupan.

B.  Konsep – Konsep Dasar Ips
Konsep dasar IPS dikembangkan berdasarkan konsep-konsep dalam ilmu-ilmu sosial yang sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran, sedangkan konsep itu sendiri menurut Dorothy J. Skeet (1979: 18) menyatakan bahwa konsep adalah sesuatu yang tergambar dalam pikiran suatu pemikiran, gagasan atau suatu pengertian. Konsep dasar IPS adalah suatu pengertian yang mencerminkan suatu                                                                                                                     fenomena atau gejala atau benda-benda yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial. Konsep tentang fenomena atau gejala atau benda yang berkaitan dengan IPS memiliki pengertian denotative atau juga memiliki pengertian konotatif. Pengertian denotatif adalah pengertian berdasarkan inti katanya yang dapat digali dalam kamus, sedangkan pengertian konotatif adalah pengertian yang tingkatnya tinggi dan luas.
IPS dan IIS memiliki subjek dan objek yang sama yaitu memperlajari tentang perilaku manusia. Oleh karena itu ilmu-ilmu sosial merupakan salah satu sumber dari pengembangan materi pembelajaran IPS bagi kepentingan pendidikan disekolah maupun perguruan tinggi, disamping bidang teknologi, komunikasi, transportasi.
Perbedaan IPS sdan Ilmu Sosial antara lain sebagai berikut;
1.    Dilihat dari level-nya, Ilmu-Ilmu Sosial (IIS) diberikan di tingkat perguruan tinggi/universitas, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diberikan di tingkat sekolah.
2.    Ilmu-Ilmu Sosial jauh lebih luas dibanding Ilmu Pengentahuan Sosial .
3.    Ilmu- Ilmu Sosial menyelidiki aneka ragam hubungan manusia yang serba kompleks dan seringkali berhubungan dengan hal-hal yang abstrak dan data-data, konsep-konsep, dan generalisasi yang serba sulit, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial konsep dan generalisasi perlu di sedehanakan agar lebih mudah di pahami oleh murid-murid.
4.    Ilmu-Ilmu sosial menetapkan kebenaran Ilmiah sebagai focus tujuanya, sedangkan pada Ilmu Pengetahuan Sosial mengarah pada penanaman BASK (Behavior, attitude, Skill, dan Knowledge).
5.    Kerangka kerja Ilmu-Ilmu Sosial di arahkan kepada pengembangan teori dan prinsip Ilmiah, sedangkan kerangka kerja Ilmu Pengetahuan Sosial  lebih di arahkan kepada arti paraktisnya dalam mencari alternative pemecahan masalah Sosial
Setiap cabang ilmu-ilmu sosial memiliki sejumlah konsep utama atau konsep kunci. Konsep-konsep tersebut merupakan konstribusi yang berupa generalisasi dan dapat dipilih sebagai materi pokok pembelajaran IPS. Konsep-konsep utama yang dimaksud antara lain :
a.    Geografi, yaitu ilmu tentang keadaan permukaan bumi dan penduduknya serta hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya. Konsepnya :
*   Lokasi yaitu letak atau tempat dimana fenomena geografi terjadi
*    Interaksi keruangan merupakan konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.Contoh tanaman bawang tumbuh subur di daerah Brebes diangkut ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota.
*   Keterjangkauan merupakan jarak yang mampu dicapai dengan maksimum dari satu wilayah ke wilayah lain. Keterjangkauan tidak hanya tergantung pada jarak tetapi juga tergantung pada sarana dan prasarana penunjang.
*   Kawasan, struktur internal, kota, persepsi lingkungan, dan distribusi keruangan.
b.    Sejarah, Konsepnya :
*   perubahan, yaitu ketidaksamaan dari suatu keadaan yang satu dengan keadaan yang lain, dari waktu yang satu  ke waktu yang lain. Misalnya perubahan dari orde  baru ke masa Orde Reformasi.
c.    Antropologi, yaitu ilmu yang mempelajari ragaman dan kesamaan kebudayaan bangsa-bangsa. Ilmu-ilmu bagian dari antropologi, yaitu:
*   Paleo antropologi, yaitu ilmu bagian yang meneliti asal-usul atau terjadinya dan evolusi manusia dengan mempergunakan sisa-sisa tubuh yang telah membatu tersimpan dalam lapisan-lapisan bumi yang harus didapat oleh si peneliti dengan berbagai metode penggalian.
*   Antropologi fisik, yaitu bagian dari ilmu antropologi yang mencoba suatu pengertian tentang sejarah terjadinya beragam manusia dipandang dari sudut cirri-ciri tubuhnya.
*   Etnolinguistik, yaitu mempelajari kebudayaan manusia dilihat dari tata bahasanya
*   Prehistori, yaitu mempelajari kebudayaan manusia sejak manusia belum mengenal tulisan
*   Etnologi, yaitu ilmu yang mempelajari kebudayaan bangsa-bangsa yang ada di dunia ini
Konsepnya : kebudayaan, unsure kebudayaan, wilayah budaya, enkulturasi, akulturasi, etnosentrisme, dan tradisi.
d.   Sosiologi, yaitu ilmu yang mempelajari manusia dalam hubungan dengan kelompok dalam wujud hubungan antar manusia dengan manusia, individu dengan kelompok, bentuk-bentuk lembaganya, susunan masyarakat.
Konsepnya : sosialisasi, masyarakat, interaksi sosial, peranan, norma, nilai, sanksi, status, pranata sosial, dan ketergantungan.
e.    Ekonomi, yaitu ilmu yang mempelajari cara manusia mencukupi kebutuhan hidupnya, meningkatkan kesejahteraan hidupnya secara individu atau kelompok.
Konsepnya : kelangkaan, produksi, barang dan jasa, distribusi, konsumsi, pembagian kerja, pertukaran, pendapat, dan ketergantungan.
f.     Psikologi Sosial, yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam masyarakat atau    manusia sebagai anggota masyarakat.
Konsepnya : konsep diri, motivasi, persepsi, sikap dan frustasi.
g.    Ilmu Politik / Ilmu Kewarganegaraan, yaitu ilmu yang mempelajari hak dan kewajiban warga Negara, bela Negara, dan peranan warga Negara yang baik.
Konsepnya : kontrol sosial, Negara, kekuasaan, legitimasi, warga Negara, loyalitas, kewibawaan, sosialisasi politik, budaya politik, dan sistem politik.

C.  Tujuan Pembelajaran IPS
Sebagai bidang pengetahuan dan sejarah IPS yang memiliki delapan tujuan sebagai berikut:
1.    IPS mempersiapkan siswa untuk studi lanjut dibidang sosial science.
2.    IPS yang mempelajari closed areas atau masalah-masalah sosial yamg pantas untuk dibicarakan dimuka umum. Bahannya menyangkut macam-macam misalnya ekonomi, pengetahuan sampai politik dadi sosial sampai kultural. Biar berlatih berpikir demokrat.
3.    IPS yang bertujuan mendidik kewarganegaraan yang baik.
4.    Menurut pedoman khusus Bidang Studi IPS, tujuan bidang studi tersebut, yaitu dengan materi dipilih. Kegiatan belajar dan pembelajaran IPS mengarah kepada 2 hal.
a.    Nilai-nilai dan sikap hidup yang dikandung oleh pancasila atau UUD 1945 secara dasar dan intersif ditanamkan kepada siswa sehingga terpupuk kemauan dan tekad untuk hidup bertanggung jawab demi keselamatan diri, bangsa, negara, dan tanah air.
b.    Mengajarkan konsep-konsep dasar sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah, dan kewarganegaraan, pedagogis, dan psikologis.
5.    Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan sosial

 Sejalan dengan tujuan tersebut tujuan pendidikan IPS menurut (Nursid Sumaatmadja. 2006) adalah “membina anak didik menjadi warga negara yang baik, yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian social yang berguna bagi dirinya serta bagi masyarakat dan negara”.

D.  Fungsi Pembelajaran IPS
Membekali anak didik dengan pengetahuan sosial yang berguna, ketrampilan sosial dan intelektual dalam membina perhatian serta kepedulian sosial nya sebagai SDM yang bertanggung jawab dalam merealisasikan tujuan nasional.




DAFTAR PUSTAKA

Imamatul, Awaliyah. Hakikat dan karakteristik konsep dasar . (diakses Juni 2013)
http://awaliyahhasanah.blogspot.co.id/2013/06/hakikat-dan-karakteristik-konsep-dasar.html

Mutmainnah. Konsep Dasar IPS. (diakses April 2013)
http://mumutmuthmainnah.blogspot.co.id/2013/04/konsep-dasar-ips.html

http://panduansama.com/kumpulan-artikel/cabang-cabang-utama-ilmu-sosial/

https://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi           

Azizah,Vina.Sejarah Perkembangan pendidikan IPS di Indonesia. (diakses Agustus 2014)
http://vinamutammimaa.blogspot.co.id/2014/08/sejarah-perkembangan-pendidikan-ips-di.html

Ande, Ria. Perbedaan IPS dengan Ilmu Sosial. (diakses Desember 2013)
http://rianande.blogspot.co.id/2013/12/perbedaan-ips-dengan-ilmu-ilmu-sosial.html

Suherman. Berbagai Pendekatan Dalam Ilmu Sosial. (diakses 22 Juli 2011 https://suhermanmaman.wordpress.com/2011/07/22/berbagai-pendekatan-dalam-ilmu-sosial/

http://www.cijolangmania.com/2012/05/pendekatan-multidisipliner-dan.html

Zulfiati, Heri Maria dan Chairiyah. (2014). Bahan AjarPendidikan di IPS.Yogyakarta: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.


PERTANYAAN

1.      Apa perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro?
2.      Jelaskan tujuan IPS berdasarkan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik!
3.      Jelaskan hubungan IPS dengan ekonomi!
4.      Jelaskan pengertian pendekatan multi dan interdisiplin!

5.      Jelaskan persamaan social studies dan social science!

7 comments:

Powered by Blogger.