Monday, 15 May 2017



1.            Artati
2.            Hastuti

3.             


 
 






















KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr wb
Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah swt karena dengan ridha-Nya makalah “Hakekat Seni” ini dapat terselesaikan tepat waktu.
Makalah ini kami tulis guna memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan seni pada semester 2 tahun 2017 ini. Semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat menjadi manfaat bagi pembaca sekalian.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, maka kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna penyempurnaan makalah ini.
Wassalamu’alaikium wr wb











DAFTAR ISI
Judul.................................................................................................................
Kata Pengantar ..............................................................................................
Daftar isi .........................................................................................................
Bab 1 Pendahuluan
A.    Latar belakang                                                                                               
B.     Rumusan masalah                                                                              
Bab 2  Pembahasan
A.    Wawasan Seni                                                                                    
B.     Fungsi Seni                                                                                        
C.                                                                            
D.    Keimanan dan Ketakwaan                                                                 
Bab 3 Penutup
A.    Kesimpulan                                                                                        
B.     Kritik dan Saran                                                                                 
DAFTAR PUSTAKA                                                                                 





BAB I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Makalah ini merupakan pemenuhan tugas Pendidikan seni yang memang harus terpenuhi sebagai nilai tambahan yang sudah ditentukan oleh pengajar disamping itu juga makalah ini sangat bermanfaat bagi pembaca karena pada makalah ini sedikit/banyaknya terdapat ilmu yang dapat diambil sebagai pengetahuan atau wawasan.
Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang diberikan kesempurnaan dibandingkan makhluk lain, maka dari itu ada beberapa manusia yang memang menggunakan akalnya untuk mengkaji hal-hal yang belum ada sebagai rasa keingintauan seperti halnya pada makalah ini juga akan mengkaji yaitu diantaranya tentang wawasan seni, fungsi seni, yang berisi dari berbagai sumber, agar makalah ini ada nilai banding dengan makalah lain.

B.     Rumusan masalah
Beberapa pokok yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain adalah sebagai berikut:
1.   Wawasan Seni
2 . Fungsi Seni
.

BAB II
Pembahasan
Hakekat Seni
Istilah seni berasal dari istilah, “Seni” dalam bahasa sansekerta yang berarti pemujaan, pelayanan, donasi.
Menurut Soedarso ( 1988 : 16-17) mengaitikan seni berasal dari bahasa belanda “genie” atau jenius. Atau versi yang lain disebut “clipa” yang berarti berwarna (atau sifat) atau pewarna (kata benda) kemudian berkembang menjadi clipa castra yang berarti segala macam kekriyaan (hasil keterampilan tangan) yang artistik.
Menurut Ki Hajar Dewantoro seni  merupakan segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia.
Dalam perkembangan selanjutnya dari asal kata seni muncul berbagai pengertian seni, yaitu :
1.      Seni sebagai karya seni (/work of art)
Menurut Joganatha, pengertian seni sebagai benda/karya seni adalah bahwa seni atau keindahan adalah sesuatu yang menghasilkan kesenangan, tetapi berbeda dengan sekedar rasa gembira karena memiliki unsur transendental atau spiritual. Misalnya lukisan dinding gua yang diperkirakan berasal dari zaman pra sejarah yang memiliki nilai religi yang membangkitkan spirit dan sugesti terhadap binatang buruan manusia purba masa itu.
2.      Seni sebagai kemahiran (Skill)
Menurut Aristoteles, pemahaman seni sebagai kemahian dimaknai seni merupakan kemampuan dalam membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang ditentukan oleh rasio/logika atau gagasan tertentu. Misalnya Idris Sardi, seorang violis Indonesia yang terkenal karena kemahirannya dalam memainkan karya-karya musik dengan improvisasi nada kreatifnya
3.      Seni sebagai kegiatan manusia (human activity)
Menurut Leo Tolstoy, seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan tanda-tanda lahiriah tertentu untuk menyampaikan perasaan-perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain, sehingga mereka kejangkitan perasaan yang sama dan juga mengalaminya. Misalnya Didi Nini Thowok, seorang penari dan koreografer tari yang terampil dalam kostum wanita membawakan karya tariannya yang kocak dan baru.
Seni secara teori dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu seni murni dan seni terapan. Seni murni adalah penciptaan seni yang hanya mempertimbangkan fungsi dan bentuknya, sedangkan seni terapan adalah penciptaan seni yang dirancang untuk kepentingan tertentu di luar fungsi sebenarnya.

4.      Seni indah (fine art)
5.      Seni penglihatan (visual art)










A.    Wawasan Seni
Wawasan seni secara umum adalah sikap, pendekatan, pemahaman serta penghayatan seseorang terhadap kesenian dan karya seni .
Wawasan seni yang berbeda akan menentukan sikap dan pandangan yang berbeda pula dalam menghadapi kesenian secara umum dan pendidikan kesenian pada khususnya.
Cabang-cabang seni dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kategori. Cabang-cabang seni meliputi aspek-aspek yang dapat dikategorikan sebagai karya seni.
1.      Senin memiliki dimensi Ekonomi, artinya seni memilki konteks dengan persoalan ekonomi.Contoh : lukisan yang tidak hanya sebagai pajangan apresiasi tetapi juga menjadi komunitas dagang yang menghasilkan keuntungn finansial.
2.      Seni memiliki dimensi politik. Lukisan leading the people adalah lukisan tentang revolusi perancis. Lukisan ini mengungkapkan tetang peristiwa revolusi yang mengubah kekuasaan dari monarki ke republik.
https://oilbenefit.files.wordpress.com/2012/07/critical_analysis_liberty_leading_the_people_a_painting_by_delacroix_.jpeg
 













B.     Fungsi Seni
1.      Dalam Masyarakat Tradisional
Dalam pemahaman umum, seni sering diartikan sebagai hiburan. Konotasi inilah yang harus kita perjelas tdak hanya sebagai hiburan. Seni pemahaman yang lebih kompleks dapat diartikan sebagai legitimasi, ketika seni itu berada dalam istana (kraton).
Soedarsono mengungkapkan bahwa fungsi seni ada 3 yaitu :

a.       Pemujaan / Ritual
Fungsi seni untuk pemujaan berlangsung pada saat peradaban manusia masih terbelakang. Kecenderungan seni ritual pada masa lalu lebih menekan kan pada misi daripada fisik atau bentuk. tidak mengherankan kalau bentuk seni ritual untuk pemujaan masih sangat sederhana, baik dari aspek musik ringan, busana (kostum) serta rias, gerak maupun penggunaan dekorasi sebagaisettingpertunjukan. pada saat ini kita masih dapat menemui jejak-jejak seni yang berperan sebagai ritual/pemujaan, misalnya tari baronf pada upacara di bali.
b.      Tuntunan
Fungsi tuntunan lebih menyentuh pada misi yang secara verbal diungkapkan. dalam hal ini pelaku seni lebih dituntut menyampaikan pesan moral. Contoh, Seorang dalang harus mampu memerankan tokoh yang ada dalam kotak wayangnya. Dalang harus mampu membawakan diri dan memilah mana tokoh simbol angkara murka dan mana tokoh simbol kebaikan. Dimensi iilah yang mewarnai tuntunan dibalik sebuah tontonan.

c.       Tontonan/Hiburan
Seni yang menghibur adalah seni yang mampu memberi kesenangan pada seorang atau kelompok orang yang ada disekitar pertunjukan. 


Secara umum fungsi kesenian didunia ada 8 yaitu :
1.      Pemujaan/ritual
Fungsi seni untuk pemujaan berlangsung kepada masa ketika peradaban manusia masih sangat terbelakang. Kehidupan kesenian waktu itu belum mengenal adanya instrumen musik, busana, dan gerak, tata panggung dan lai-lain seperti kesenian pada masa kini.
2.      Tuntunan
Fungsi seni lebih menyentuh pada misi secara verbal diungkapkan. Pelaku seni dalam hal ini lebih dituntut untuk menyampaikan pesan moral yang akan dicapai seorang dalang sebagai contoh, harus mampu memerankan semua tokoh yang ada dalam kotak wayangnya.
3.      Tontonan/hiburan
Fungsi seni sebagai tontonan/hiburan tidak banyak membutuhkan persyaratan. Seni untuk hiburan tidak terikat pada misi tertentu. Seni yang menghibur adalah seni yang mampu memberi kesenangan pada seseorang/kelompok orang yang berada disekitar pertunjukan.

2.      Fungsi seni dalam masyarakat moderen
Fungsi seni dalam masyarakat moderen berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat moderen yang sangat beragam dan kompleks. Seni secara jelas dapat di jumpai di setiap elemen dan situasi kehidupan. Mungkin di masa lalu seni juga sudah mengusung fungsi berikut ini namun tidak tampil secara jelas.
a.       Ekspresi/aktualisasi diri
Kecenderungan fungsi pertunjukan untuk ekspresi atau aktualisasi diri merupakan perwujudan dari semboyang seni untuk seni.
b.      Pendidikan
Seni sebagai media pendidikan merupakan elemen mendasar yang perlu dipahami. Hal ini karena esensi seni sebenarnya tidak dapat lepas dari muatan edukatif. Degan kata lain perkataan apa yang di dwonload kedalam berbagai cabang seni meruapakan saran untuk mewujudkan tujuan untuk membentuk budi pekerti.
c.       Industri
Fungsi seni sebagai industri lebih mengarah pada tujuan atau kepentingan tertentu untukmendukung suatu produk tertentu. Seni untuk industri adalah sesuatu yang mampu memberi daya tarik pada produk yang ditawarkan.
d.      Seni Terapi
Seni untuk terapi digunakan secara khusus untuk memberi ketenangan batin seseorangnyang sedang menderita secara psikis dengan berolah seni seseorang yang memiliki permasalahan atau tertekan jiwanya akan terobati.
e.       Komersial/instant
Seni untuk kategori sebagai alat mendatangkan keuntungan (entertaiment) ini biasa dibuat menurut keperluan dan keinginan si penanggap. Apapun bentuk dan wujud kesenian itu asal mampu memenuhi keinginan pembeli tidak masalah, walaupun kadang-kadang harus menimpa pada norma estetis yang berlaku.










BAB III
Penutup
A.    Kesimpulan
Setelah menyelesaikan makalah ini, kami dapat menyimpulkan bahwa Hakekat seni dapat diartikan Istilah seni berasal dari istilah, “Seni” dalam bahasa sansekerta yang berarti pemujaan, pelayanan, donasi.Wawasan seni secara umum adalah sikap, pendekatan, pemahaman serta penghayatan seseorang terhadap kesenian dan karya seni .Wawasan seni yang berbeda akan menentukan sikap dan pandangan yang berbeda pula dalam menghadapi kesenian secara umum dan pendidikan kesenian pada khususnya. Dalam pemahaman umum, seni sering diartikan sebagai hiburan. Konotasi inilah yang harus kita perjelas tdak hanya sebagai hiburan. Seni pemahaman yang lebih kompleks dapat diartikan sebagai legitimasi, ketika seni itu berada dalam istana (kraton).



 
B.     Kritik dan Saran
Sebagai seorang pemula, kami sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saya mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun. Karena saran dan kritik itu akan bermanfaat bagi kami untuk memperbaiki atau memperdalam kajian ini.






DAFTAR PUSTAKA
The Liang Gie, 1996. Filsafat keindahan. Yogjakarta: Pusat belajar ilmu berguna
Sumardjo, Jakob, 2000. Filsafat Seni. Bandung: Institut Teknologi Bandung
Widyawati, Setya. 2003. Buku ajar filsafat seni. Surakarta: P2AI dan STSI PRESS
Dharsono sony kartika. 2004. Pengantar estetika. Bandung: Rekayasa Sains
Soedarsono. 1992. Pengantar apresiasi seni. Jakarta: balai pustaka

1 komentar:

  1. jadi kayak gini ya makalah ,, maklum gak kuliahan .. makasih infonya

    ReplyDelete