Kami Main…Dulu

Kira – kira tujuh tahun lalu saat Saya masih SD bermain bersama teman – teman di lingkungan rumah. Kami sangat bahagia dengan permainan sederhana yang kami mainkan. Tapi, saat ini di zaman yang semakin maju, kulihat jarang sekali anak – anak yang keluar main. untungnya, adek sepupu + tetanggaku masih main di luar sekarang, Dia sudah pintar main enggrang. Tapi, kasihan kakinya luka – luka karena enggrang itu atau longgaksebutannya di kampungku. Saya juga dulu pinter main longgak lukanya juga masih membekas sampai sekarang. Tapi, sekarang entah skill longgak ku sudah tak ada kayaknya -_-


Tapi, di kota Makassar ini sudah jarang kulihat. Waktu di pete – pete (angkot) saja kumpulan anak SD masing – masing pegang HP.

Saya punya pengalaman waktu SD. Jadi, saat itu ada acara pernikahan tetangga. Hah, Ramai! Saya dan teman – teman main sembunyi – sembunyi / petak umpet. Itu malam hari. Mainnya di kolong rumah. Ketika saya sibuk bersembunyi di balik kandang ayam tiba – tiba Mak ku mengibaskan tangannya menyuruh saya masuk ke tempat acara untuk makan. Padahal temanku masih sibuk berhitung. Akhirnya, saya pergi makan. Setelah makan, saya jalan mengendap – endap ke kandang ayam untuk sembunyi sambil bawa kerpuk. Tiba – tiba…

“Itu eee.. Sifa”

Ternyata semua sudah ditemukan kecuali Saya.

“dimanako sembunyi sifa?”

“dimanako dapat itu kerupukka?”

“Aiihh Sifa tidak na ajak – ajakki. Bombe’ mi”

Akhirnya saya dicueki. Tapi setelah kubagi kerupuk jadi berteman kembali. Haha.

Saya juga dulu sering main bola. Saya sering cetak goal. Karena saya hanya berdiri menunggu bola.


Padahal kalau begitu offside -_-

Dulu mah pelanggarannya ada – ada saja. Temanku tiba – tiba jatuh sendiri di bilang pelanggaran. Padahal kakinya injak kerikil -_- gawangnya biasa sandal atau batu. Jadi, dulu sepakat kalau 1 pemain tak pakai sandal yang lainnya juga harus tidak pakai. Tapi, untuk tahu apakah bolanya terlalu tinggi / terbentur tiang. Kita menggunakan imajinasi -_- disinilah biasa terjadi perdebatan sampai – sampai ada yang bilang 
“si sewayyang?” (mau sewa?) -_- bola yang kami pakai itu bola plastic. 
Saya juga dulu jago jadi kipper. Serius. Rela jatuh kanan kiri. Kayak kipper betulan. Malah pernah mata saya terkena bola -_- . dulu saya pernah menggiring bola. Biasanya kalau moment begitu ada orang yang teriak “gorengiiii….” -_- karena saya lihat celana polos berwarna biru tua. Hah Alil, teman 1 tim ku. Ku opermi ke celana biru tua itu. Sambil teriak “Alil!!!”   

Eh ternyata celana biru tua itu tim musuh.. celananya sama sama warna biru tua -_-

Saya salah sasaran. Dulu juga tidak ada batasan waktu main bolanya. Kalau sudah berkeringat, muka merah, kaki terluka- luka, baru selesai atau biasanya suara adzan maghriblah yang menghentikan permainan.

Berbeda sekarang, permainan yang sering kumainkan adalah hanya berdiam diri di tempat menatap layar TV / laptop.

Baru – baru ini saya tahu beberapa permainan supaya tak menatap laptop terus.


Yaitu permainan Guess who, lebih seru kalau dimainkan banyak orang. Terus tulis nama – nama public figure masing – masing di sticker notes. Bisa nama artis, actor, pembawa acara, presiden, kartun dll. Pastikan yang terkenal supaya orang banyak bisa tahu. Tempelkan sticky notes ke punggung orang, yang mendapat giliran pastikan orangnya tidak tahu. Pemain yang lain cukup menyebutkan ciri – ciri public figure itu.   

1 comment:

  1. Inget jaman sd :v kalau kiper ga sampe buat nangkep bola, itu jadi goalkick :'v

    ReplyDelete

Powered by Blogger.