Tuesday, 22 August 2017

Agang suka main Dam / checkers? Bagi yang tidak tahu, Dam / checker itu permainan papan yang berukuran 8x8 dengan dengan 24 potong buah berbentuk lingkaran htam dan putih. 24 potongan ini bergerak secara diagonal. Kalau Agang ingin main secara online silahkan mencoba ke situs game online di bawah ini !
http://www.247checkers.com/

Dam permainan klasik tetapi tetap seru.

Oke. Tadi itu hanya pengantar

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Saya melihat ke kanan dan ke kiri. Berputar mengelilingi rumah, menatap dinding yang dihiasi wayang kayu oleh – oleh sepupuku dari Jogja lalu kembali ke kursi. Duduk dan berdiri lagi. Kemudian duduk lagi hihihi.

Tour guide / mascot blog Saya. Namanya Sitti mengawasi dari sudut -_- saya saat itu sibuk corat – coret buku bekas. Sitti penasaran apa yang kutulis dan kugambar di kertas yang sudah penuh coretan.

“Sitti, Saya mau renovasi blog kita. Ada yang perlu diperbaiki. Oh ya, Ini Aku mau kasih lihat denah rumah yang kubuat waktu SD”

Saya memang waktu SD sering gambar denah rumah. Sitti tertawa terbahak - bahak

“ini denah apa? Haha”

“maklum masih SD. Tapi, ini salah satu karyaku yang kukagumi -_- . oh, iya template blog kita sudah lama tidak diganti. Bagus tapi membosankan “

Sitti menghela nafas,”pasti ribut lagi urus template blog yang cocok”

“sebetulnya Saya tidak tega menggantinya, Sitti. Tapi, Kita harus melakukan suatu hal yang baru”

Setelah membicarakan beberapa hal. Saya, Afis, dan Sitti. Oh, iya perkenalkan tour guide blog WOS baru namanya Afis. Ini Diaaa:

     Fakta Afis:
- Tidak bisa tidur kalau pakai sprinbed, panas dan sakit punggung  katanya
- Kalau makan jeruk hanya airnya, ampasnya dibuang
- Suka traveling
- Benci cicak

Jadi Afis ini kakak kandung dari Sitti. Kasihan sitti sendiri yang urus blog ini ketika Aku sibuk di dunia nyata.

Lanjut, Saya, Afis dan Sitti pergi ke suatu tempat dan duduk di bangku pete – pete yang sudah agak bermasalah. Tidak ada pilihan lain. Tidak enak kan sudah duduk di pete – pete baru 2 langkah mobil jalan sudah bilang “Kiri, Pak” gara – gara tempat duduknya bermasalah. Sebagai anak kos-an di wilayah Makassar, menikmati sarana transportasi yang ‘apa adanya’ memang pilihan terbaik. Marah – marah apa gunanya. Tidak ada yang dengar juga. Sopir juga kadang cukup bilang maaf kalau diprotes. Untung tidak mengancam,

”Kalau mau enak naik taksi saja!”

Pete’ pete’ mulai memasuki jalan Andi Tonro. Setelah merayap karena macet di sepanjang jalan Sultan Alauddin, kami mulai berharap perjalanan lebih lancar sampai ke Ratulangi. Turun di jalan Ratulangi singgah ke warung bakso. Seorang pengamen datang sambil memegang gitar

“Maaf, kalau mengganggu Pak, Bu!”

Suaranya mengalahkan bunyi kendaraan di depan warung. Jreng.. jreng.. jreng

“Barusannya tidak bagus suaranya” kata Afis yang pernah bercita – cita jadi penyanyi. Pengamen di warung bakso ini biasanya nyanyi 2 – 3 lagu. Biasanya, juga tidak terlalu buruk untuk sebagai hiburan.

“Iya, merusak pendengaran -_-,“ komentar Sitti

Sitti memang terlalu jujur. Makanya, jadi tour guide blogku -_= saya perhatikan pengamen itu. Sedikit bekas jahitan di pipi kiri dan bekas tato di lengan kanan -_- huft. Entahlah saya takut sama orang yang punya tato – tato..


Lagu pertama dari Virgoun. Kedua, Iwan Fals. Afis senyum – senyum tidak jelas sambil menggerakkan badannya ke kiri – kanan mengikuti suara penyanyi jalanan itu. Walaupun Sitti terlalu jujur dia sebenarnya baik hati. Sitti memberi pengamen itu uang Rp. 2000 dari dompetku. Iya, dompetku.

1 komentar: