Ekonomi dan Koperasi

A.  Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan orang dalam bidang ekonomi untuk menghasilkan pendapatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dan mewujudkan kemakmuran. Kegiatan Ekonomi berupa kegiatan produksi, kegiatan distribusi dan kegiatan konsumsi.

1.    Kegiatan Produksi

Produksi adalah kegiatan menambah kegunaan suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Contohnya perusahaan yang memproduksi bahan-bahan makanan seperti minyak goreng, tepung, dll. Produksi dibagi menjadi dua macam yaitu produksi barang dan produksi jasa.
Produksi barang yaitu kegiatan menambah kegunaan dengan mengubah sifat dan bentuknya. Hal ini terdiri dari barang konsumsi dan barang modal. Barang konsumsi siap untuk dikonsumsi langsung, barang modal digunakan untuk menghasilkan barang berikutnya. Contohnya membuat kerajinan batok kelapa, membuat makanan, dan kebutuhan lainya. Produksi Jasa yaitu kegiatan menambah faedah suatu benda tanpa mengubah bentuknya. Contohnya sebuah pagelaran seni, angkutan barang, perbankan,dsb.
Jenis-jenis kegiatan produksi dapat dikelompokkan berdasarkan bidang usaha pengolahan sumber dayanya. Jenis – jenis kegiatan produksi menurut bidang usahanya adalah sebagai berikut.
1.    Bidang usaha ekstraktif adalah kegiatan produksi yang bergerak di bidang pengambilan atau pemanfaatan sumber daya alam secara langsung tanpa diolah terlebih dahulu. Misalnya, penambang yang mengambil hasil tambang atau nelayan yang menangkap ikan di laut.
2.    Bidang usaha agraris adalah kegiatan produksi yang bergerak di bidang pengolahan atau pengelolaan tanah. Contohnya, petani yang mengolah tanah untuk dijadikan sawah atau kebun.
3.    Bidang usaha industri, adalah kegiatan produksi yang bergerak di bidang pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Misalnya, industri pengolahan kapas menjadi benang, industri otomotif, dan kerajinan.
4.    Bidang usaha perdagangan adalah kegiatan produksi yang bersifat menambah nilai guna barang dengan cara menjual barang dari produsen ke konsumen. Suatu barang akan lebih berguna bila berada di tempat yang lebih membutuhkan, maka sebenarnya kegiatan niaga pun termasuk kegiatan produksi. Seperti sayuran di desa diangkut ke kota yang lebih membutuhkan atau barang yang tersimpan di gudang pabrik akan lebih bermanfaat bila disalurkan atau dijual kepada konsumen yang lebih membutuhkan. Contoh usaha produksi di bidang perdagangan antara lain: toko kelontong, agen koran, atau supermarket.
5.    Bidang usaha jasa adalah kegiatan produksi yang bergerak di bidang jasa dan pelayanan. Misalnya bank, pos, agen perjalanan, restoran, rumah sakit, dan bengkel.

Salah satu yang dilakukan dalam proses produksi ialah menambah nilai guna suatu barang atau jasa. Dalam kegiatan menambah nilai guna barang atau jasa ini, dikenal lima jenis kegunaan, yaitu :
1.    Guna bentuk
Yang dimaksud dengan guna bentuk yaitu, didalam melakukan proses produksi, kegiatannya ialah merubah bentuk suatu barang sehingga barang tersebut mempunyai nilai ekonomis. Contohnya: keramik.
2.    Guna jasa
Guna jasa ialah kegiatan produksi yang memberikan pelayanan jasa. Contohnya: tukang becak, buruh, dll.

3.    Guna tempat
Guna tempat adalah kegiata produksi yang memanfaatkan tempat- tempat dimana suatu barang memiliki nilai ekonomis. Contoh: pengangkutan pasir dari tempat yang pasirnya melimpah ketempat dimana orang membutuhkan pasir tersebut.
4.    Guna waktu
Guna waktu ialah kegiatan produksi yang memanfaatkan waktu- tertentu. Misalnya: pembelian beras yang dilakukan oleh Bulog pada saat musim panen, dan dijual kembali pada saat masyarakat membutuhkan.
5.    Guna milik
Guna milik ialah, kegiatan produksi yang memanfaatkan modal yang dimiliki untuk dikelola orang lain dan dari hasil tersebut ia mendapatkan keuntungan. Bagi seorang petani memiliki cangkul atau traktor merupakan hal yang penting. Cangkul berguna bagi petani untuk mengolah tanah pertanian. Namun, nilai guna cangkul atau traktor akan menjadi rendah jika dimiliki seorang fotografer. Artinya, berdasarkan kepemilikannya nilai suatu barang akan menjadi lebih tinggi.

Terdapat 4 faktor produksi dalam kegiatan ekonomi, yaitu antara lain sebagai berikut:

1.    Sumber Daya Alam (SDA)

Faktor yang pertama yaitu SDA, yang bisa berupa, tanah, lahan atau semacamnya sebagai tempat untuk usaha maupun bangunan. Tanda adanya faktor ini maka tidak akan terjadi suatu proses atau kegiatan produksi. Adapun faktor SDA ini terdiri dari tanah, batubara, air, dan segala yang ada didaratan maupun dilautan dan udara serta lain sebagainya yang hasilnya dari alam.

2.    Tenaga Kerja

Faktor ini merupakan faktor yang mengelola SDA dengan menggunakan tenaga dari manusia dan yang sering disebut SDM (Sumber Daya Manusia). Faktor Tenaga kerja sendiri dikelompokan berdasarkan sifat & kemampuan atau kualitas.

Berdasarkan Sifatnya, disini Faktor tenaga kerja dibagi menjadi 2, yaitu:

a.    Tenaga kerja jasmani, dimana seluruh pekerjaannya dilakukan dengan menggunakan kekuatan fisik, yaitu kerja bangunan, kerja mencangkul sawah, becak, buruh angkut barang dan lain sebagainya.

b.    Tenaga kerja rohani, kegiatannya lebih banyak menggunakan pikiran, yaitu : direktur, guru, penulis,dan lain sebagainya.

Berdasarkan kemampuan atau kualitasnya, pada faktor ini juga dibagi menjadi 3, yaitu :

a.    Tenaga kerja terdidik, dimana tenaga kerjanya harus membutuhkan pendidikan yang sesuai denganprofesi seperti dokter, guru, bidan, dosen dan lain sebagainya

b.    Terampil, Tenaga kerja diharuskan memliki pengalaman, Skill, terlatih & biasanya mengikuti kursus sebelumnya, seperti : Penjahit, Tukang Rias, Tukang Las, dan lain sebagainya.

c.    Tidak Terdidik maupun Tidak Terampil, disebut tenaga kerja kasar yang tidak perlu membutuhkan keterampilan ataupun pendidikan khusus seperti : penjual koran, pemulung, tukang cangkul, dan lain sebagainya.

3. Modal

Faktor ini sangat memiliki peranan penting dalam proses pengadaan barang maupun Jasa. Karena tanpa adanya modal yang cukup, maka akan menghambat proses pengadaan barang maupun jasa. Faktor ini merupakan benda yang dihasilkan dari produksi barang maupun jasa yang berfungsi sebagai penunjang untuk melancarkan atau mempercepat kemampuan dalam memproduksinya. Ada beberapa pembagian modal, yaitu sebagai berikut:

a.    Berdasarkan sifatnya, modal terbagi menjadi 2 yaitu modal tetap dan lancar. Modal tetap dapat digunakan sesering mungkin atau berulang-ulang, seperti : Mesin Jahit, Buku, Komputer, Kendaraan dan lain sebagainya. Dan sedangkan modal lancar ialah modal yang dapat digunakan sekali pakai, seperti : Bahan baku pembuatan, bensin, minyak, dan lain sebagainya.

b.    Berdasarkan sumbernya, terbagi menjadi 2 yaitu modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri bersumber dari perusahaan milik bersama maupun pribadi. Dan modal asing bersumber dari pinjaman bank atau hasil penjualan obligasi yang berasal dari luar perusahaan.

c.    Berdasarkan kepemilikan, terbagi menjadi 2 yaitu modal individu dan modal umum. Modal individu merupakan bersumber dari perorangan yang hasilnya merupakan sumber pendapatan bagi si pemilik, seperti : bunga tabungan, sewa kontrakan, rentalan, dan lain sebagainya. Dan sedangkan modal umum merupakan modal yang bersumber dari pemerintah yang digunakan untuk kepentingan bersama, seperti : pasar, lapangan, pelabuhan dan lain sebagainya.

d.   Berdasarkan bentuknya, terbagi menjadi 2 yaitu konkret dan abstrak. Modal konkret dapat dilihat dengan real dalam suatu proses produksi, seperti : komputer, buku, mesin jahit dan lain sebagainya. Dan sedangkan modal abstrak tidak memiliki bentuk dalam sebuah proses produksi, namun memiliki nilai tersendiri bagi perusahaan seperti : hak merk dan hak paten.

4. Kewirausahaan

Pasti haruslah membutuhkan seorang pengusaha atau tenaga ahli untuk proses yang sedang dijalani. Berikut hal pokok yang harus dimiliki seorang pengusaha dalam melakukan proses produksi barang maupun jasa, yaitu sebagai berikut:

a.    Planning : Mempunyai perencanaan yang matang, penyusunan strategi, visi misi yang jelas, memikirkan modal secara matang, dan menetapkan tujuan yang pasti.

b.    Organizing : Terdiri dari pengelolaan segala sumber daya yang tersedia demi mewujudkan tujuan perusahaan yang jelas dan terstruktur.

c.    Actualing : Berupa pengarahan ataupun bimbingan dan memberikan motivasi kepada para tenaga kerja atau karyawan terhadap bagian pekerjaan masing-masing.

d.   Controling : Melakukan pengawasan untuk kesesuaian terhadap pekerjaan pada bagiannya masing-masing.

Bentuk usaha dalam bidang masyarakat ada yang dikelola sendiri (milik perorangan) dan ada pula yang dikelola secara kelompok (milik bersama). Perusahaan perorangan adalah usaha yang modalnya dimiliki satu orang dan kegiatan usahanya dijalankan sendiri oleh pemiliknya. Bentuk usaha ini banyak ditemukan karena sederhana, mudah cara pendiriannya, pajaknya ringan, dan modalnya sedikit. Perusahan perseorangan, di antaranya adalah perusahaan sepatu (Cibaduyut), perusahaan perak (Kota Gede Yogyakarta), dan perusahaan batik (Solo). Perusahaan milik bersama dinamakan perusahaan persekutuan. Anggotanya terdiri atas beberapa orang yang bekerja sama untuk mendapatkan keuntungan. Setiap anggota bertanggung jawab atas kewajiban-kewajiban usaha persekutuannya. Usaha persekutuan terdiri atas sebagai berikut.

1.    Persekutuan Firma (Fa)
Persekutuan firma adalah persekutuan antara dua orang atau lebih untuk menjalankan usaha bersama dengan satu nama dan semua anggota bertanggung jawab penuh atas usaha yang dijalankan. Pembagian keuntungan didasarkan atas perbandingan modal yang ditanamkan.
2.    Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan komanditer (CV) adalah persekutuan antara dua orang atau lebih untuk menjalankan usaha bersama. Seorang di antaranya sebagai sekutu aktif,sedangkan yang lainnya sebagai sekutu pasif komanditer (sekutu diam). Sekutu aktif bertanggung jawab penuh atas kelancaran usaha, sedangkan sekutu diam mempercayakan jalannya usaha pada sekutu aktif.
3.     Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan terbatas (PT) adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang modalnya diperoleh dari penjualan saham yang nilai nominalnya sama besar. Orang yang membeli saham disebut pesero. Setiap pesero bertanggung jawab pada saham yang ditanamkan. Pemilik Perseroan Terbatas adalah pemegang saham.
4.     Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
BUMN adalah usaha yang modalnya berasal dari negara yang bertujuan membangun ekonomi nasional. Pimpinan perusahaan adalah sebagai penentu kebijakan yang juga mengurus kekayaan perusahaan.
Menurut Inpres No. 17/1967 dan UU No. 9 /1969 tanggal 1 Agustus 1969, ada tiga jenis BUMN yaitu sebagai berikut.
a.    Perusahaan Jawatan (Perjan)
Perjan adalah perusahaan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak semata-mata mencari keuntungan. Contohnya PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api).
b.    Perusahaan Umum (Perum)
Perum adalah perusahaan yang modalnya berasal dari negara. Selain melayani masyarakat, perum juga mencari keuntungan. Contohnya Perum DAMRI dan Perum Bulog.
c.    Perusahaan perseroan (Persero)
Persero adalah perusahaan negara terbatas yang mencari keuntungan, baik yang sahamnya sebagian atau seluruhnya dimiliki negara. Persero bukan hanya milik negara tapi juga swasta. Contoh Persero, antara lain PT Kereta Api Indonesia (dulu Perusahaan Jawatan Kereta Api), PT PLN, PT Indosat, PT Semen Cibinong, PT Taspen, dan PT Jasa Raharja.
5.    Badan Usaha Swasta
Badan usaha swasta adalah badan usaha yang didirikan, dimiliki, dimodali, dan dikelola oleh satu atau beberapa orang, biasanya bergerak di bidang perdagangan industri, pertanian, ataupun jasa. Bentuk dari badan usaha swasta, di antaranya PT, firma, CV, dan perusahaan perorangan.

2.    Kegiatan Distribusi.

Distribusi adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan. Proses distribusi tersebut pada dasarnya menciptakan faedah (utility) waktu, tempat, dan pengalihan hak milik. Contoh kegiatan distribusi : kegiatan perdagangan di pasar, toko, minimarket, dan pelabuhan.
Kegiatan distribusi merupakan usaha menyalurkan atau menyebarluaskan barang dan jasa dari prdusen ke konsumen. Dalam hal ini peranan para pedagang sangat penting, karena penghubung antara produsen dengan konsumen, atau antara produsen dengan produsen lainnya. Kegiatan distribusi banyak dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran barang dan jasa.
Di Indonesia, distribusi ditentukan oleh pemerintah dan masyarakat. Ada dua sistem distribusi, yaitu:
a.       Distribusi langsung : Produsen melakukan penyaluran tanpa perantara. Contoh, pedagang sate langsung menjual barang kepada konsumen.
b.      Distribusi semi langsung adalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen. Contoh : pabrik tekstil menyalurkan kainnya melalui conventer.
c.       Distribusi tak langsung : Penyaluran dilakukan pedagang.
Usaha distribusi barang dan jasa meliputi hal-hal berikut:
a.    Perdagangan barang, meliputi hasil-hasil pertanian, industri,dan tambang.
b.    Distribusi jasa, meliputi uang, alat-alat modal, pariwisata, asuransi.
c.     Distribusi tenaga kerja, misalnya melalui Separtemen Tenaga Kerja, agen, dan calo tenaga kerja.
Distribusi bertujuan untuk:
a.    Pemerataan pemenuhan masyarakat di berbagai daerah
b.    Menstabillkan harga barang/jasa
c.    Menjaga kelangsungan hidup perusahasaan
d.   Menjaga kesinambungan kegiatan produksi
e.    Mempercepat sampainya produksi ke tangan konsumen

Cara - cara distribusi
1.    Penyaluran barang/jasa melalui pedagang.
Barang yang dibuat produsen disalurkan melalui pedagang besar, lalu pedagang besar menjualnya ke pedagang kecil atau eceran dan pedagang kecil menjualnya ke konsumen.
2.    Penyalur barang/jasa melalui koperasi
Koperasi berusaha memenuhi kebutuhan anggotanya / masyarakat disekelilingnya.
3.    Penyaluran barang/jasa melalui toko milik produsen sendiri.
Produsen yang memiliki toko, dapat memenjual hasil produksinya kepada konsumen melalui toko tersebut.
4.    Penyaluran barang/jasa melalui penjualan dari rumah kerumah.
Barang hasil produsen dijual oleh produsen dengan cara berkeliling dari rumah kerumah.
5.    Penyaluran barang/jasa melalui penjualan di tempat tertentu yang ditetapkan pemerintah.
Pemerintah juga membuat tepat untuk menyalurkan barang atau jasa hasil produksi tertentu, misalnya pasar, dan tempat pelelangan ikan.

3.    Kegiatan Konsumsi.
Konsumsi adalah tindakan menghabiskan atau mengurangi secara berangsur - angsur manfaat suatu barang dalam memenuhi kebutuhan untuk memelihara kelangsungan hidupnya. Tujuan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melengkapi segala kebutuhan kegiatan ekonomi manusia. Fungsi dari komsumsi adalah agar kelangsungan hidup tetap terjaga, Konsumen adalah orang yang telah menggunakan hasil produksi di mana merekalah yang sudah memakai dan menghabiskan olahan dari berbagai hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan konsumsi dapat dilakukan oleh rumah tangga keluarga, perusahaan, dan negara.
1.    Kegiatan Konsumsi Rumah Tangga
Rumah tangga keluarga biasanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya. Contoh kegiatan konsumsi rumah tangga adalah pemenuhan kebutuhan berupa makanan dan pakaian, rumah, listrik ataupun telepon.
2.    Kegiatan Konsumsi Perusahaan
Perusahaan merupakan tempat berlangsungnya proses produksi. Pada saat memproduksi barang, perusahaan memerlukan bahan baku, tenaga kerja, dan modal. Perusahaan dalam hal ini bukan hanya melakukan kegiatan produksi akan tetapi juga melakukan kegiatan konsumsi ditujukan untuk menghasilkan barang atau jasa.
3.    Kegiatan Konsumsi Negara
Kegiatan konsumsi negara berbeda dengan kegiatan konsumsi rumah tangga keluarga dan perusahaan. Konsumsi negara bertujuan untuk memenuhi atau melayani kebutuhan masyarakat. Biaya yang digunakan untuk konsumsi Negara berasal dari masyarakat. Negara setiap akhir tahun membuat rancangan anggaran dan belanja negara. Hal ini dilakukan agar pengeluaran pemerintah dapat sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat.

B.  Koperasi

Koperasi adalah badan usaha yang berdasarkan usaha bersama dan berasaskan kekeluargaan. Koperasi berasal dari kata cooperation yang artinya bekerja bersamasama untuk mencapai tujuan bersama. Berdasarkan UU Pokok Perkoperasian No.12/1967, koperasi berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan. Di samping itu, koperasi juga berfungsi sebagai berikut.
a)    Alat perjuangan ekonomi.
b)   Alat pendemokrasian ekonomi nasional.
c)    Salah satu urat nadi perekonomian Indonesia.
d)   Alat memperkokoh kedudukan bangsa.
Tujuan koperasi adalah menyejahterakan anggotanya. Koperasi sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 Ayat (1), yaitu bentuk perekonomian yang disusun atas usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi juga sesuai dengan UU No. 25/1992 tentang koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas kekeluargaan. Koperasi didirikan pertama kali oleh Drs. Moh. Hatta. Oleh karena itu, beliau mendapat sebutan sebagai Bapak Koperasi Indonesia.







Lambang Koperasi mengandung arti sebagai berikut :
a.    Rantai menggambarkan persatuan yang kokoh
b.    Gigi roda menggambarkan usaha karya yang terus menerus dari golongan koperasi
c.    Padi dan kapas menggambarkan kemakmuran rakyat yang diusahakan dan akan dicapai oleh golongan koperasi
d.   Timbangan menggambarkan keadilan sosial sebagai salah satu dasar dari koperasi
e.    Bintang perisai menggambarkan landasan idiologi koperasi adalah Pancasila
f.     Pohon beringin menggambarkan koperasi mempunyai sifat sosial dan berakar kuat pada masyarakat
g.    Tulisan koperasi Indonesia menggambarkan kepribadian koperasi Indonesia
h.    Warna dasar merah putih menggambarkan sifat nasional koperasi Indenesia

Landasan koperasi ada tiga, yaitu landasan idiil berupa Pancasila, landasan struktural berupa UUD1945, dan landasan mental berupa rasa karsa, rasa setia kawan, dan kesadaran berpribadi. Ciri koperasi adalah swakarsa, swadaya, dan swasembada. Manfaat koperasi di antaranya adalah anggota dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga murah, pembayaran dapat diangsur, melayani peminjaman dengan jasa kecil terciptanya hubungan kekeluargaan.Menurut usahanya, koperasi dibedakan menjadi koperasi konsumsi, koperasi simpan pinjam, koperasi produksi, dan koperasi serba usaha.

Menurut pasal 5 UU no 25 tahun 1992 tentang perkoperasian prinsip usaha koperasi adalah sebagai berikut:
1.    Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2.    Pengelolaan dilakukan secara demokratis
3.    Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota
4.    Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
5.    Kemandirian.

Sejarah Koperasi
Sejarah nasional. Menurut Drs.M.Hatta yang di maksud usaha berdasar atas asas kekeluargaan dalam pengolahan koperasi adalah di hilangkannya pemilihan antar buruh dan majikan. Hal ini di lakukan dengan cara di ikut sertakan buruh sebagai pemilik perusahaan artinya,bekerja secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menggilangkan corak individualisme. Secara historis, gerakan koperasi di indonesia telah di mulai sejak zaman penjajahan Belanda. Misalnya, pada tahun 1896 seorang Patih di Puwokerto, yaitu R.Wiria Atmanja mendirikan sebuah Bank pertolongan dan koperasi simpan pinjam. Untuk menggembangkan dirinya koperasi melaksanakan 2 prinsip yang lain, yaitu pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi. Pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi merupakan prinsip koperasi yang penting dalam meningkatkan kemampuan. Memperluas wawasan anggota, dan memperkuat solidaritasdalam mewujutkan tujuan koperasi.
Sejarah Internasional. Pelopor pertama berdirinya koperasi konsumsi didunia adalah Robert Owen dari Inggris dan Beliau di sebut sebagai Bapak koperasi konsumsi.Ia mempelopori berdirinya koperasi konsumsi”Rochdale” (nama sebuah kota di Inggris ) yang didirikan oleh 28 orang buruh pabrik tekstil yang sepakat mendirikan sebuah toko untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Pelopor lahirnya kopersi kredit di dunia adalah Schulze Delitzch dari Jerman, yang mendirikan bank tabungan dan kredit yang ditujukan khusus untuk kaum pengusaha dan kaum menengah. Pelopor koperasi lainnya adalah Friederich Raiffeisen yang mendirikan koperasi kredit untuk kaum buruh dipedesaan.
Pelopor lahirnya koperasi produksi adalah Charles Fourier dan Louis Blanc dari Prancis. Kaum buruh yang tertindas oleh kaum kapitalis kemudian berhimpun untuk mengumpulkan modal yang digunakan untuk mendirikan perusahaan dan memproduksi barang. Perusahaan yang mereka dirikan itu merupakan koperasi produksi.
Untuk mengembangkan kehidupan koperasi Indonesia dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut:
1.    Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan perkoperasian untuk meningakatkan kemampuan kepemimpinan koperasi
2.    Menyelenggarakan kerja sama antar koperasi sehingga koperasi mempunyai daya saing yang kuat terhadap sektor usaha swasta dan perusahaan Negara
3.    Meningkatkan kesadaran para anggota dan masyarakat terhadap manfaat berkoperasi yang dapat detenpuh melalui pameran-pameran dan penyebaran informasi lainya. Koperasi menghasilkan keuntungan/laba.
4.    Menciptakan dan mengembangkan iklim dan kondisi yang mendorong pertumbuhan dan permasyarakatan koperasi
5.    Memberikan bimbingan, kemudahan, dan perlindungan terhadap koperasi dengan cara memberikan kesempatan usaha seluas-luasnya kepada koperasi
6.    Memberikan bantun modal terhadap koperasi yang diikuti dengan bantuan bimbngan pengeloalaan usaha koperasi serta bantuan teknologi dan pengelolaanya baik dari pemerintah, maupun perusahaan-perusahaan besar sebagai bapak angkat.

Keaggotaan koperasi
1.    Anggota koperasi merupakan pemilik dan sekaligus pengguna jas koperasi
2.    Keanggotaan koperasi dicatat dalam buku daftar anggota
3.    Anggota koperasi ialah setiap warga negara Indonesia yang mampu melakukan tindakan hukum ataukoperasi yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam anggaran dasar
4.    Koperasi dapat memiliki anggota luar biasa yang persyaratan, hak, dan kewajiban, keanggotanya sebagaimana dalan Anggran dasar
5.    Keanggotaan koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha koperasi
6.    Keanggotaan koperasi adapat diperoleh dan diakhiri setelah syarat keanggotaan sebagaimana diatur dalam Anggaran dasar
7.    Keanggotaan koperasi tidak dapat dipindah tangankan
8.    Setiap anggota koperasi mempunyai kewajiban dan hak yang sama terhadap koperasi sebaimana diatur dalam Anggaran Dasar 

Kewajiban-kewajiban anggota koperasi
1.    Mematui Anggaran Dasar (AD)dan anggaran rumah tangga (ART) serta keputusan yang telah disepakati dalamrapat anggota
2.    Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi
3.    Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan atas asas kekeluargaan. 

Hak-hak anggota koperasi:
1.    Menyadari, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam rapat anggota 
2.    Memilih dan atau dipilih menjadi anggota pengirus atau pengawas 
3.    Meminta diadakan rapat anggota menurut ketentuan dalam anggaran dasar.
4.    Mengemukakan saran atau pendapat kepada pengurus diluar rapat anggota baik di minta maupun tidak diminta
5.    Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota 
6.    Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan koperasi menurut ketentuan dalam anggaran dasar

Permodalan koperasi
1.    Modal sendiri yaitu modal yang sifatnya menanggung resiko antara lain simpanan pokok, yaitu simpanan anggota yang hanya di bayar sekali selama menjadi anggota koperasi dan besarnya di tentukan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi
Simpanan wajib, yaitu simpanan anggota yang di bayar secara rutin dan besarnya di tentukan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi. Dana cadangan, yaitu penyisian dari Sisa Hasil Usaha Koperasi yang tidak di bagikan kepada anggota
Hibah, yaitu bantuan dari pihak ketiga yang tidak memikat.
2.    Modal pinjaman anggota, termasuk didalamnya adalah simpanan sukarela Koperasi lain dan atau anggotanya Bank dan lembaga keuangan lainya Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya Sumber lainnya yang sah.

Langkah – langkah pendirian koperasi 
1.    Tahap awal pendirian koperasi 
a.    Ada kelompok orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama 
b.    Memiliki tujuan yang sama untuk memperoleh kemudahan dalam usaha dan meningkatkan sejateraan umum 
c.    Ada calon anggota sekurang-kurangnya 20 orang yang berada dalam wilayah kerja yang tidak terlalu jauh 
d.   Adanya seorang tokoh yang mampu menjadi pelopor pendirian koperasi 
2.    Tahap persiapan pendirian koperasi 
a.    Ada prakasa/tokoh dan pelopor pendiri koperasi dan keinginan yang kuat dari masyarakat caln anggota yang direalisasikan dalam bentuk panitia pembentukan pendiria koperasi 
b.    Mempersiapkan konsep dasar anggaran dasar koperasi,contoh konsep anggaran dasar dapat diminta dari departemen koperasi setempat.
c.    Setelah bahan-bahan persiapkan,panitia pendirian koperasi mengundang calon anggota sekelompok orangnya sekurang kurangnya 20 orang, para penjabat pemerintah setempat dan kepala kantor koperasi setempat. Dalam undangan tersebut sudah ditentukan tempat, waktu rapat, dan susunan acara rapat.
3.    Pelaksanaan Rapat Pendirian Koperasi
Dalam pelaksanaan rapat pendirian koperasi, minimal harus membahas agenda sebagai berikut.
a.    Latar belakang pendirian koperasi
b.    Maksud dan tujuan pendirian koperasi
c.    Meminta persetujuan pendirian koperasi kepada peserta rapat
d.   Perumusan dan penjelasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi. Dalam anggaran dasar sekurang kurangnya membuat hal-hal, seperti daftar nama pendiri, nama dan tempat kedudukan, maksud dan tujuan bidang usaha, ketentuan menganai keanggotaan, rapat anggota, pengelolaan, permodalan, jangka waktu berdirinya, pembagian sisa hasil usaha, dan mengenai sanksi-sanksi.
e.    Penetapan orang-orang yang menandatangani akta pendirian koperasi
f.     Pemilihan dan pengangkatan pengurus dan pengawas koperasi
4.    Tahap pelaporan dan pengajuan badan hukum koperasi 
Setelah rapat pendirian koperasi selesai, penggurus yang terpilih mempunyai kewajiban untuk menindaklanjuti hasil keputusan rapat dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a.    Membuat buku daftar anggota dan buku daftar pengurus
b.    Membuat laporan secara tertulis tentang rapat pendirian koperasi kepada pemerintah setempat
c.    Membuat dan mengajukan permohonan penggakuan badan hukum koperasi kepada kantor departemen koperasi setempat, biasanya berada di ibukota kabupaten/ kotamadya.

Jenis-jenis koperasi
1.    Menurut usaha pokoknya:
a.    Koperasi konsumsi: koperasi dengan tujuan utamanya menyediakan barang-barang untuk keperluan anggota sehingga anggota memperoleh barang yang dibutuhkan dengan harga terjangkau
b.    Koperasi kredit/koperasi simpan pinjam: adalah koperasi yang kegiatan usahanya menyelenggarakan simpan pinjam untuk para anggotanya yang bertujuan membantu para anggota memperbaiki keadaan ekonomi dengan cara maminjamuang dengan bunga ringan.
c.    Koperasi produksi adalah koperasi yang usahanya untuk menhasilkan barang dan jasa bersama-sama.
2.    Koperasi menurut lapangan usahanya
a.    Koperasi pertanian: yaitu koperasi yang bergerak di bidang pertanian,seperti palawija, pertanian sawah dan lading
b.    Koperasi peternakan: yaitu koperasi yang bergerak dibidang peternakan seprti peternakan sapi, ayam,dll
c.    Koperasi perkebunan: koperasi yang bergerak pada lapangan usaha bidang perkebunan.
d.   Koperasi nelayan : yaitu koperasi yang anggotanya para nelayan. Tujuan membantu para nelayan memenuhi kebutuhan dan membantu menyalurkan ikan hasil tangkapannya
e.    Koperasi industri : koperasi yang anggotanya industri kecil
f.     Koperasi jasa : koperasi untuk memberikan pelayanan jasa kepada anggotanya seperti koperasi angkutan dan koperasi asuransi
3.    Koperasi menurut unit usahanya:
a.    Koperasi serba usaha (Multy Purpose Cooperative) yaitu koperasi yang memiliki lebih dari satu bidang usaha, misalnya KUD dan KSU
b.    Koperasi satu jenis usaha (Single Purpose Cooperative) koperasi yang memiliki satu jenis usaha misalnya koperasi kredit dan koperasi konsumsi.
4.    Menurut tingkatannya
a.     Koperasi primer: koperasi yang beranggotakan orang seorang. Jumlah anggota minimal 20 orang. Menurut koperasi yang paling rendah tingkatanya. Contoh KUD
b.    Koperasi sekunder: koperasi yang anggotanya badan-badan hukum koperasi. Koperasi sekunder dibagi menjadi 3 yaitu
Pusat koperasi merupakan koperasi yang didirikan sekurang-kurangnya 5 koperasi biasa. Tingkat kedudukannya di kotamadya atau kabupaten. Contoh: Pusat Koperasi Unit Desa Kabupaten Bandung
Gabungan koperasi: merupakan koperasi yang didirikan sekuramh-kurangnya 3 pusat koperasi. Tingkat kedudukanya di provinsi contoh: Gabungan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (GKPRI) provinsi Jawa Tengah. Induk koperasi: merupakan koperasi yang sekurang-kurangya beranggota 3 gabungan koperasi. Tingkat kedudukanya di ibu kota negara atau tingkat nasional. Contoh: INKUD ( Induk Koperasi Unit Desa)
DAFTAR PUSTAKA

Berbagi Reviews,”Pengertian-Kegiatan-Ekonomi”, Maret 2015, http://www.berbagaireviews.com/2015/03/pengertian-kegiatan-ekonomi-dan.html (diakses tanggal 11 Maret 2017)

Seputar Pendidikan, “Faktor Produksi Dalam Ekonomi dan Penjelasannya Lengkap”, http://www.seputarpendidikan.com/2015/12/4-faktor-produksi-dalam-ekonomi-dan-penjelasannya-lengkap.html (diakses tanggal 11 Maret 2017)

Syamsiah,Siti.Dkk.2008.Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/ MI Kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional


2014. Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/ MTS Kelas 7.Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

No comments

Powered by Blogger.